<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>kawitan&#039;s Blog</title>
	<atom:link href="http://kawitan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://kawitan.wordpress.com</link>
	<description>Just another WordPress.com weblog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 17 Feb 2010 00:13:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='kawitan.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://s2.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>kawitan&#039;s Blog</title>
		<link>http://kawitan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://kawitan.wordpress.com/osd.xml" title="kawitan&#039;s Blog" />
	<atom:link rel='hub' href='http://kawitan.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Kompetensi dasar yang harus dimiliki guru</title>
		<link>http://kawitan.wordpress.com/2009/12/18/kompetensi-dasar-yang-harus-dimiliki-guru/</link>
		<comments>http://kawitan.wordpress.com/2009/12/18/kompetensi-dasar-yang-harus-dimiliki-guru/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 09:28:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>teguh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[berita]]></category>
		<category><![CDATA[dimiliki guru]]></category>
		<category><![CDATA[kompetensi dasar]]></category>
		<category><![CDATA[kompetensi kepribadian]]></category>
		<category><![CDATA[kompetensi pedagogik]]></category>
		<category><![CDATA[kompetensi profesional]]></category>
		<category><![CDATA[kompetensi sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kawitan.wordpress.com/?p=17</guid>
		<description><![CDATA[Kompetensi dasar yang harus dimiliki guru:


• Kompetensi Profesional, guru harus memiliki pengetahuan yang luas dari subject matter ( bidang studi) yang akan diajarkan serta penguasaan metodologi dalam arti memiliki konsep teoritis mampu memilih metode dalam proses belajar mengajar.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kawitan.wordpress.com&amp;blog=6221782&amp;post=17&amp;subd=kawitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kompetensi dasar yang harus dimiliki guru:</p>
<p>• Kompetensi Profesional, guru harus memiliki pengetahuan yang luas dari subject matter ( bidang studi) yang akan diajarkan serta penguasaan metodologi dalam arti memiliki konsep teoritis mampu memilih metode dalam proses belajar mengajar.</p>
<p>• Kompetensi Personal, artinya sikap kepribadian yang mantap sehingga mampu menjadi sumbr intensifikasi bagi subjek. Dalam hal ini berarti memiliki kepribadian yang pantas diteladani, mampu melaksanakan kepemimpinan seperti yang dikemukakan Ki Hajar Dewantara, yaitu “Ing Ngarsa Sung Tulada, Ing Madya Mangun Karsa. Tut Wuri Handayani”</p>
<p>• Kompetensi Sosial, artinya guru harus mampu menunjukkan dan berinteraksi sosial, baik dengan murid-muridnya maupun dengan sesama guru dan kepala sekolah, bahkan dengan masyarakat luas.</p>
<p>• Kompetensi untuk melakukan pelajaran yang sebaik-baiknya yang berarti mengutamakan nilai-nilai sosial dari nilai material.</p>
<p>Kompetensi dasar yang harus dimiliki guru</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kawitan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kawitan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kawitan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kawitan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kawitan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kawitan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kawitan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kawitan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kawitan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kawitan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kawitan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kawitan.wordpress.com/17/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kawitan.wordpress.com/17/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kawitan.wordpress.com/17/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kawitan.wordpress.com&amp;blog=6221782&amp;post=17&amp;subd=kawitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kawitan.wordpress.com/2009/12/18/kompetensi-dasar-yang-harus-dimiliki-guru/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e75c7fb8df47c365327fb2a0d20264d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">teguh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Penyesuaian Diri Yang Salah</title>
		<link>http://kawitan.wordpress.com/2009/12/18/penyesuaian-diri-yang-salah/</link>
		<comments>http://kawitan.wordpress.com/2009/12/18/penyesuaian-diri-yang-salah/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Dec 2009 08:39:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>teguh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makalah]]></category>
		<category><![CDATA[diri]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[peneysuaian]]></category>
		<category><![CDATA[penyesuaian diri remaja]]></category>
		<category><![CDATA[reaksi bertahan]]></category>
		<category><![CDATA[reaksi melarikan diri]]></category>
		<category><![CDATA[reaksi menyerang]]></category>
		<category><![CDATA[salah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kawitan.wordpress.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Penyesuaian Diri Yang Salah

Kegagalan dalam melakukan penyesuaian diri secara positif, dapat mengakibatkan individu melakukan penyesuaian yang salah. Penyesuaian diri yang salah ditandai dengan berbagai bentuk tingkah laku yang seba salah, tidak terarah, emosional, sikap yang realistic, agresif, dan sebagainya. Ada bentuk reaksi dalam penyesuaian yang salah yaitu: (i) reaksi bertahan, (ii) reaksi menyerang, dan (iii) reaksi melarikan diri.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kawitan.wordpress.com&amp;blog=6221782&amp;post=15&amp;subd=kawitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penyesuaian Diri Yang Salah</p>
<p>Kegagalan dalam melakukan penyesuaian diri secara positif, dapat mengakibatkan individu melakukan penyesuaian yang salah. Penyesuaian diri yang salah ditandai dengan berbagai bentuk tingkah laku yang seba salah, tidak terarah, emosional, sikap yang realistic, agresif, dan sebagainya. Ada bentuk reaksi dalam penyesuaian yang salah yaitu: (i) reaksi bertahan, (ii) reaksi menyerang, dan (iii) reaksi melarikan diri.</p>
<p>1) Reaksi Bertahan (Defense Reaction)</p>
<p>Individu berusaha untuk mempertahankan dirinya, seolah-olah tidak menghadapi kegagalan. Ia selalu berusaha untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak mengalami kegagalan.Bentuk khusus reaksi ini antara lain:</p>
<p>• Rasionalisasi, yaitu bertahan dengan mencari-cari alasan (dalam) untuk membenarkan tindakannya.<br />
• Represi, yaitu berusaha untuk menekan pengalamannya yang dirasakan kurang enak kea lam tidak sadar. Ia berusaha melupakan pengalamannya yang kurang menyenangkan. Misalnya seorang pemuda berusaha melupakan kegagalan cintanya dengan seorang gadis.<br />
• Proyeksi, yaitu melemparkan sebab kegagalan dirinya kepada pihak lain untuk mencari alasan yang dapat diterima. Mislanya seorang siswa yang tidak lulus mengatakan bahwa gurunya membenci dirinya.<br />
• Sour Grapes (anggur kecut), yaitu dengan memutarbalikkan kenyataan. Misalnya seorang siswa yang gagal mengetik, mengatakan bahwa mesin tiknya rusak, padahal dia sendiri tidak bias mengetik.</p>
<p>2) Reaksi Menyerang</p>
<p>Orang yang mempunyai penyesuaian diri yang salah menunjukan tingkah laku yang bersifat menyerang untuk menutupi kegagalannya. Ia tidak mau menyadari kegagalannya. Reaksi-reaksinya tampak dalam tingkah laku:<br />
• Selalu membenarkan diri<br />
• Mau berkuasa dalam setiap situasi<br />
• Mau meiliki segalanya<br />
• Bersikap senang mengganggu orang lain<br />
• Menggertak baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan<br />
• Menunjukkan sikap permusuhan secara terbuka<br />
• Menunjukkan sikap menyerang dan merusak<br />
• Keras kepala dalam perbuatannya<br />
• Bersikap balas dendam<br />
• Memperkosa hak orang lain<br />
• Tindakan yang serampangan, dan<br />
• Marah secara sadis</p>
<p>3) Reaksi Melarikan Diri (Escape Reaction)</p>
<p>Dalam reaksi ini orang yang mempunyai penyesuaian diri yang salah akan melarikan diri dari situasi yang menimbulkan kegagalannya,reaksinya tampak dalam tingkah laku sebagai berikut: berfantasi yaitu memuaskan keinginan yang tidak tercapai dalam bentuk angan-angan (seolah-olah sudah tercapai), banyak tidur, minum-minuman keras, bunuh diri, menjadi pecandu ganja, narkoba, dan regresi yaitu kembali kepada tingkah laku yang semodel dengan tingkat perkembangan yang lebih awal (misal orang dewasa yang bersikap dan berwatak seperti anak kecil), dan lain-lain.</p>
<p>4) Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Proses Penyesuaian Diri</p>
<p>Secara keseluruhan kepribadian mempunyai fungsi sebagai penentu primer terhadap penyesuaian diri. Penentu berarti factor yang mendukung, mempengaruhi, atau menimbulkan efek pada proses penyesuaian. Secara sekunder proses penyesuaian ditentukan oleh factor-faktor yang menentukan kepribadian itu sendiri baik internal maupun eksternal.Penentu penyesuaian identik dengan factor-faktor yang mengatur perkembangan dan terbentuknya pribadi secara bertahap.Penentu-penentu itu dapat dikelompokkan sebagai berikut:</p>
<p>• Kondisi Jasmaniah<br />
Karena struktur jasmaniah merupakan kondisi primer bagi tingkah laku maka dapat diperkirakan bahwa system saraf, kelenjar, dan otot merupakan factor yang penting bagi proses penyesuaian diri. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa gangguan-gangguan dalam system saraf, kelenjar, dan otot dapat menimbulkan gejala-gejala gangguan mental, tingkah laku, dan kepribadian.Dengan demikian, kondisi system-sistem tubuh yang baik merupakan syarat bagi tercapainya proses penyesuaian diri yang baik.</p>
<p>• Perkembangan, Kematangan, dan Penyesuaian Diri<br />
Dalam Proses perkembangan, respon anak berkembang dari respon yang bersifat instinktif menjadi respon yang diperoleh melalui belajar dan pengalaman. Dengan bertambahnya usia perubahan dan perkembangan respon, tidak hanya melalui proses belajar saja melainkan anak juga menjadi matang untuk melakukan respon dan ini menentukan pola-pola penyesuaian dirinya.</p>
<p>Sesuai dengan hokum perkembangan, tingkat kematangan yang dicapai berbeda antara individu yang satu dengan yang lainnya, sehingga pencapaian pola-pola penyesuaian diri pun berbeda pula secara individual. Dengan kata lain, pola penyesuaian diri akan bervariasi sesuai dengan tingkat perkembangan dan kematangan yang dicapainya. Disamping itu, hubungan antara penyesuaian dengan perkembangan dapat berbeda menurut jenis aspek perkembangan yang dicapai. Kondisi-kondisi perkembangan mempengaruhi setiap aspek kepribadian seperti: emosional, social, moral, keagamaan, dan intelektual. Dalam fase tertentu salah satu aspek mungkin lebih penting daripada kematangan social, dan kemtangan social merupakan yang terpenting dalam penyesuaian diri. Contohnya adalah banyak orang yang telah mengetahui bahwa menolong itu baik, tetapi mereka banyak yang tidak melakukannya.</p>
<p>• Penentu Psikologis terhadap Penyesuaian Diri</p>
<p>Banyak sekali factor psikologis yang mempengaruhi penyesuaian diri, diantaranya adalah: pengalaman, belajar, kebutuhan-kebutuhan, determinasi diri, dan frustasi.</p>
<p>1) Pengalaman</p>
<p>Tidak semua pengalaman mempunyai arti bagi penyesuaian diri. Pengalaman-pengalaman tertentu yang mempunyai arti dalam penyesuaian diri adalah pengalaman yang menyenangkan dan pengalaman traumatic (menyusahkan). Pengalaman yang menyenangkan misalnya memperoleh hadiah dalam suatu kegiatan, cenderung akan menimbulkan proses penyesuaian diri yang baik, dan sebaiknya pengalaman traumatic akan menimbulkan penyesuaian yag kurang baik.</p>
<p>2) Belajar</p>
<p>Proses belajar merupakan suatu proses dasar yang fundamental dalam proses penyesuaian diri, karena melalui belajar ini akan berkembang pola-pola respon yang membentuk kepribadian. Sebagian besar respon-respon dan ciri-ciri kepribadian lebih banyak yang diperoleh dari proses belajar daripada yang diperoleh secara diwariskan. Dalam proses penyesuaian diri belajar merupakan suatu proses modifikasi tingkah laku sejak fase-fase awal dan berlangsung terus sepanjang hayat dan diperkuat dengan kematangan.</p>
<p>3) Determinasi diri</p>
<p>Dalam proses penyesuaian diri, disamping ditentukan oleh faktor-faktor tersebut di atas, orangnya itu sendiri menentukan dirinya, terdapat faktor kekuatan yang mendorong untuk mencapai sesuatu yang baik atau buruk, untuk mencapai taraf penyesuaian yang tinggi, dan atau merusak diri. Faktor-faktor itulah yang disebut determinasi diri.<br />
Determinasi diri mempunyai peranan yang penting dalam proses penyesuaian diri karena mempunyai peranan dalam pengendalian arah dan pola penyesuaian diri. Keberhasilan atau kegagalan penyesuaian diri akan banyak ditentukan olh kemampuan individu dalam mengarahkan dan mengendalikan dirinya, meskipun sebetulnya situasi dan kondisi tidak menguntungkan bagi penyesuaian dirinya. Ada beberapa orang dewasa yang mengalami penolakan ketika masa kanak-kanak, tetapi mereka dapat menghindarkan diri dari pengaruh negatif karena dapat menentukan sikap atau arah dirinya sendiri.</p>
<p>4) Konflik dan penyesuaian</p>
<p>Tanpa memperhatikan tipe-tipe konflik, mekanisme konflik secara esensial sama yaitu pertentangan antara motif-motif. Efek konflik pada perilaku akan tergantung sebagian pada sifat konflik itu sendiri. Ada beberapa pandangan bahwa semua konflik bersifat mengganggu atau merugikan. Namun dalam kenyataan ada juga seseorang yang mempunyai banyak konflik tanpa hasil-hasil yang merusak atau merugikan. Sebenarnya, beberapa konflik dapat bermanfaat memotivasi seseorang untuk meningkatkan kegiatan. Cara seseorang mengatasi konfliknya dengan meningkatkan usaha kea rah pencapaian tujuan yang meguntungkan secara social, atau mungkin sebaliknya ia memecahkan konflik dengan melarikan diri, khususnya lari ke dalam gejala-gejala neurotis.</p>
<p>Penyesuaian Diri Yang Salah</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kawitan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kawitan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kawitan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kawitan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kawitan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kawitan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kawitan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kawitan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kawitan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kawitan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kawitan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kawitan.wordpress.com/15/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kawitan.wordpress.com/15/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kawitan.wordpress.com/15/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kawitan.wordpress.com&amp;blog=6221782&amp;post=15&amp;subd=kawitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kawitan.wordpress.com/2009/12/18/penyesuaian-diri-yang-salah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e75c7fb8df47c365327fb2a0d20264d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">teguh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makalah TENTANG XSS, SQL INJECTION, DAN BUFFEROVERFLOW</title>
		<link>http://kawitan.wordpress.com/2009/12/17/makalah-tentang-xss-sql-injection-dan-bufferoverflow/</link>
		<comments>http://kawitan.wordpress.com/2009/12/17/makalah-tentang-xss-sql-injection-dan-bufferoverflow/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 17 Dec 2009 13:03:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>teguh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makalah]]></category>
		<category><![CDATA[Web Developement]]></category>
		<category><![CDATA[BUFFEROVERFLOW]]></category>
		<category><![CDATA[DAN BUFFEROVERFLOW]]></category>
		<category><![CDATA[INJECTION]]></category>
		<category><![CDATA[Makalah TENTANG]]></category>
		<category><![CDATA[Makalah TENTANG XSS]]></category>
		<category><![CDATA[Makalah TENTANG XSS SQL INJECTION DAN BUFFEROVERFLOW]]></category>
		<category><![CDATA[SQL INJECTION]]></category>
		<category><![CDATA[XSS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kawitan.wordpress.com/?p=13</guid>
		<description><![CDATA[Makalah TENTANG XSS, SQL INJECTION, DAN BUFFEROVERFLOW
XSS atau cross-site scripting, merupakan sejenis serangan yang ditujukan ke pengguna lainnya. Serangan ini tidak akan memberikan akses root ataupun system dalam server web, serangan ini hanya berusaha mendapatkan informasi yang berkaitan dengan aplikasi web yang digunakan. Aplikasi web ini dapat berupa aplikasi email berbasiskan web, forum online atau situs e-shopping.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kawitan.wordpress.com&amp;blog=6221782&amp;post=13&amp;subd=kawitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Makalah TENTANG XSS, SQL INJECTION, DAN BUFFEROVERFLOW<br /> XSS atau cross-site scripting, merupakan sejenis serangan yang ditujukan ke pengguna lainnya. Serangan ini tidak akan memberikan akses root ataupun system dalam server web, serangan ini hanya berusaha mendapatkan informasi yang berkaitan dengan aplikasi web yang digunakan. Aplikasi web ini dapat berupa aplikasi email berbasiskan web, forum online atau situs e-shopping.</p>
<p>Sebagai contoh sederhana XSS, bayangkan sebuah buku tamu dimana orang-orang dapat berdiskusi tentang tanggapan mereka terhadap sebuah situs, ketika melihat buku tamu tersebut, kita dapat melihat apa yang pengguna sebelumnya komentari tentang situs tersebut, dan kadang kala situs tersebut mengijinkan penggunaan tag HTML, lalu kenapa tidak kita menulis komentar dengan menggunakan huruf ‘comic sans’ dan berwarna merah, sehingga tiap orang dapat melihat komentar kita tersebut. Karena HTML hanyalah sebuah bahasa program script dan browser kita merupakan interpreter untuk hal tersebut. Maka dengan sedikit kreativitas, komentar dibuku tamu tadi, kita sisipkan beberapa scrip program rahasia, tentu pengguna lainnya tidak menyadarinya.</p>
<p>Dengan hadirnya teknologi yang memungkinkan situs web menjadi lebih interaktif dan dinamis, XSS juga mengalami perkembangan. Dengan menggunakan java script memang serangan XSS tidak dapat menghapus isi data di hard drive client, tapi kita mengakses url yang sedang diakses klien, melihat history akses web si klien ataupun melihat cookie yang ada. Hal kecil yang akan membawa dampak besar.</p>
<p>Memang XSS hadir karena jeleknya pembangunan sebuah situs web. Kita lebih terbiasa dengan keindahan desain dan isi dari situs web kita, tapi tidak cukup peduli dengan rangkaian baris program yang menyusun situs web tersebut, jarang sekali kita melakukan validasi atas broken link atau input yang diberikan oleh user, seperti padabuku tamu di atas – hal yang paling sering digunakan untuk menyisipkan kode curang sang penyerang.</p>
<p>Kesuksesan jenis serangan ini bergantung pada dukungan fungsionalitas di browser klien untuk menginterpretasikan script tersebut, kebanyakan browser web dapat menginterpretasikan embedded script dalam isi HTML.<br /> Makalah TENTANG XSS, SQL INJECTION, DAN BUFFEROVERFLOW</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kawitan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kawitan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kawitan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kawitan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kawitan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kawitan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kawitan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kawitan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kawitan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kawitan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kawitan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kawitan.wordpress.com/13/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kawitan.wordpress.com/13/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kawitan.wordpress.com/13/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kawitan.wordpress.com&amp;blog=6221782&amp;post=13&amp;subd=kawitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kawitan.wordpress.com/2009/12/17/makalah-tentang-xss-sql-injection-dan-bufferoverflow/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e75c7fb8df47c365327fb2a0d20264d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">teguh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Contoh Makalah Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan</title>
		<link>http://kawitan.wordpress.com/2009/12/16/contoh-makalah-pengaruh-perpustakaan-sekolah-terhadap-mutu-pendidikan/</link>
		<comments>http://kawitan.wordpress.com/2009/12/16/contoh-makalah-pengaruh-perpustakaan-sekolah-terhadap-mutu-pendidikan/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 14:21:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>teguh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[Makalah]]></category>
		<category><![CDATA[makalah pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[pengaruh]]></category>
		<category><![CDATA[perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[sekolah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kawitan.wordpress.com/?p=10</guid>
		<description><![CDATA[Contoh Makalah Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan

KATA PENGANTAR

Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.

Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui seberapa besar pengaruh perpustakaan sekolah terhadap mutu pendidikan yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.

Makalah ini memuat tentang “Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah” dan sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan.

Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru/dosen pembimbing yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini.

Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.

Penulis

DAFTAR ISI

KATA PENGANTAR
DAFTAR ISI

BAB I PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG MASALAH
B. IDENTIFIKASI MASALAH
C. PEMBATASAN MASALAH.
D. PERUMUSAN MASALAH.

BAB II PEMBAHASAN
A. TUJUAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH.
B. FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH.
C. SUMBANGAN PERPUSTAKAAN TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN DI SEKOLAH.

BAB III PENUTUP
A. SIMPULAN
B. SARAN

Daftar Pustaka.

BAB I
PENDAHULUAN

A. LATAR BELAKANG MASALAH
Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan bisa maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya manusia bangsa kita. Kualitas hidup bangsa dapat meningkat jika ditunjang dengan sistem pendidikan yang mapan. Dengan sistem pendidikan yang mapan, memungkinkan kita berpikir kritis, kreatif, dan produktif.

Dalam UUD 1945 disebutkan bahwa negara kita ingin mewujudkan masyarakat yang cerdas. Untuk mencapai bangsa yang cerdas, harus terbentuk masyarakat belajar. Masyarakat belajar dapat terbentuk jika memiliki kemampuan dan keterampilan mendengar dan minat baca yang besar. Apabila membaca sudah merupakan kebiasaan dan membudaya dalam masyarakat, maka jelas buku tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari dan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.

Dalam dunia pendidikan, buku terbukti berdaya guna dan bertepat guna sebagai salah satu sarana pendidikan dan sarana komunikasi. Dalam kaitan inilah perpustakaan dan pelayanan perpustakaan harus dikembangkan sebagai salah satu instalasi untuk mewujudkan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan merupakan bagian yang vital dan besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kawitan.wordpress.com&amp;blog=6221782&amp;post=10&amp;subd=kawitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Contoh Makalah Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan</p>
<p>KATA PENGANTAR</p>
<p>Segala puji bagi Tuhan yang telah menolong hamba-Nya menyelesaikan makalah ini dengan penuh kemudahan. Tanpa pertolongan Dia mungkin penyusun tidak akan sanggup menyelesaikan dengan baik.</p>
<p>Makalah ini disusun agar pembaca dapat mengetahui seberapa besar pengaruh perpustakaan sekolah terhadap mutu pendidikan yang kami sajikan berdasarkan pengamatan dari berbagai sumber. Makalah ini di susun oleh penyusun dengan berbagai rintangan. Baik itu yang datang dari diri penyusun maupun yang datang dari luar. Namun dengan penuh kesabaran dan terutama pertolongan dari Tuhan akhirnya makalah ini dapat terselesaikan.</p>
<p>Makalah ini memuat tentang “Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah” dan sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan.</p>
<p>Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada guru/dosen pembimbing yang telah banyak membantu penyusun agar dapat menyelesaikan makalah ini.</p>
<p>Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca. Walaupun makalah ini memiliki kelebihan dan kekurangan. Penyusun mohon untuk saran dan kritiknya. Terima kasih.</p>
<p>Penulis</p>
<p>DAFTAR ISI</p>
<p>KATA PENGANTAR<br />
DAFTAR ISI</p>
<p>BAB I PENDAHULUAN<br />
A. LATAR BELAKANG MASALAH<br />
B. IDENTIFIKASI MASALAH<br />
C. PEMBATASAN MASALAH.<br />
D. PERUMUSAN MASALAH.</p>
<p>BAB II PEMBAHASAN<br />
A. TUJUAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH.<br />
B. FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH.<br />
C. SUMBANGAN PERPUSTAKAAN TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN DI SEKOLAH.</p>
<p>BAB III PENUTUP<br />
A. SIMPULAN<br />
B. SARAN</p>
<p>Daftar Pustaka.</p>
<p>BAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
<p>A. LATAR BELAKANG MASALAH<br />
Ilmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang dan mengalami kemajuan, sesuai dengan perkembangan zaman dan perkembangan cara berpikir manusia. Bangsa Indonesia sebagai salah satu negara berkembang tidak akan bisa maju selama belum memperbaiki kualitas sumber daya manusia bangsa kita. Kualitas hidup bangsa dapat meningkat jika ditunjang dengan sistem pendidikan yang mapan. Dengan sistem pendidikan yang mapan, memungkinkan kita berpikir kritis, kreatif, dan produktif.</p>
<p>Dalam UUD 1945 disebutkan bahwa negara kita ingin mewujudkan masyarakat yang cerdas. Untuk mencapai bangsa yang cerdas, harus terbentuk masyarakat belajar. Masyarakat belajar dapat terbentuk jika memiliki kemampuan dan keterampilan mendengar dan minat baca yang besar. Apabila membaca sudah merupakan kebiasaan dan membudaya dalam masyarakat, maka jelas buku tidak dapat dipisahkan dari kehidupan sehari-hari dan merupakan kebutuhan pokok yang harus dipenuhi.</p>
<p>Dalam dunia pendidikan, buku terbukti berdaya guna dan bertepat guna sebagai salah satu sarana pendidikan dan sarana komunikasi. Dalam kaitan inilah perpustakaan dan pelayanan perpustakaan harus dikembangkan sebagai salah satu instalasi untuk mewujudkan tujuan mencerdaskan kehidupan bangsa. Perpustakaan merupakan bagian yang vital dan besar pengaruhnya terhadap mutu pendidikan.</p>
<p>Judul makalah ini sengaja dipilih karena menarik perhatian penulis untuk dicermati dan perlu mendapat dukungan dari semua pihak yang peduli terhadap dunia pendidikan.</p>
<p>B. IDENTIFIKASI MASALAH (LATAR BELAKANG)<br />
Sesuai dengan judul makalah ini “Pengaruh Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah”, terkait dengan pelaksanaan program pendidikan di sekolah dan fungsi serta sumbangan perpustakaan terhadap pelaksanaan program tersebut.<br />
Berkaitan dengan judul tersebut, maka masalahnya dapat diidentifikasi sebagai berikut :<br />
1. Bagaimana peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah<br />
2. Bagaimana cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ?</p>
<p>C. PEMBATASAN MASALAH.<br />
Untuk memperjelas ruang lingkup pembahasan, maka masalah yang dibahas dibatasi pada masalah :<br />
a. Peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah;<br />
b. Cara-cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah.</p>
<p>D. Perumusan Masalah.<br />
Berdasarkan latar belakang dan pembatasan masalah tersebut, masalah-masalah yang dibahas dapat dirumuskan sebagai berikut :<br />
1. Bagaimana deskripsi peran perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah ?<br />
2. Bagaimana deskripsi cara agar perpustakaan sekolah benar-benar dapat meningkatkan mutu pendidikan di sekolah ?</p>
<p>BAB II<br />
PEMBAHASAN</p>
<p>Perpustakaan merupakan bagian intergral dari lembaga pendidikan sebagai tempat kumpulan bahan pustaka, baik berupa buku maupun bukan buku.<br />
Sesuai dengan judul makalah ini, pembahasan meliputi tujuan perpustakaan, fungsi perpustakaan dan sumbangan perpustakaan terhadap pelaksanaan program pendidikan.</p>
<p>A. TUJUAN PERPUSTAKAAN SEKOLAH.<br />
Tujuan utama penyelenggaraan perpustakaan sekolah adalah meningkatkan mutu pendidikan bersama-sama dengan unsur-unsur sekolah lainnya. Sedangkan tujuan lainnya adalah menunjang, mendukung, dan melengkapi semua kegiatan baik kurikuler, ko-kurikuler dan ekstra kurikuler, di samping dimaksudkan pula dapat membantu menumbuhkan minat dan mengembangkan bakat murid serta memantapkan strategi belajar mengajar.<br />
Namun secara operasional tujuan perpustakaan sekolah bila dikaitkan dengan pelaksanaan program di sekolah, diantaranya adalah :<br />
1. Memupuk rasa cinta, kesadaran, dan kebiasaan membaca.<br />
2. Membimbing dan mengarahkan teknik memahami isi bacaan.<br />
3. Memperluas pengetahuan para siswa.<br />
4. Membantu mengembangkan kecakapan berbahasa dan daya pikir para siswa dengan menyediakan bahan bacaan yang bermutu.<br />
5. Membimbing para siswa agar dapat menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik.<br />
6. Memberikan dasar-dasar ke arah studi mandiri.<br />
7. Memberikan kesempatan kepada para siswa untuk belajar bagaimana cara menggunakan perpustakaan dengan baik, efektif dan efisien, terutama dalam menggunakan bahan-bahan referensi.<br />
8. Menyediakan bahan-bahan pustaka yang menunjang pelaksaanan program kurikulum di sekolah baik yang bersifat kurikuler, kokurikuler, maupun ekstra kurikuler.</p>
<p>B. FUNGSI PERPUSTAKAAN SEKOLAH.<br />
Berdasarkan tujuan perpustakaan sekolah, maka dapat dirumuskan beberapa fungsi perpustakaan, sebagai berikut :<br />
1. Fungsi Edukatif.<br />
Yang dimaksud dengan fungsi edukatif adalah perpustkaan menyediakan bahan pustaka yang sesuai dengan kurikulum yang mampu membangkitkan minat baca para siswa, mengembangkan daya ekspresi, mengembangkan kecakapan berbahasa, mengembangkan gaya pikir yang rasional dan kritis serta mampu membimbing dan membina para siswa dalam hal cara menggunakan dan memelihara bahan pustaka dengan baik.</p>
<p>2. Fungsi Informatif.<br />
Yang dimaksud dengan fungsi informatif adalah perpustakaan menyediakan bahan pustaka yang memuat informasi tentang berbagai cabang ilmu pengetahuan yang bermutu dan uptodate yang disusun secara teratur dan sistematis, sehingga dapat memudahkan para petugas dan pemakai dalam mencari informasi yang diperlukannya.</p>
<p>3. Fungsi Administratif<br />
Yang dimaksudkan dengan fungsi administratif ialah perpustakaan harus mengerjakan pencatatan, penyelesaian dan pemrosesan bahan-bahan pustaka serta menyelenggarakan sirkulasi yang praktis, efektif, dan efisien.<br />
4. Fungsi Rekreatif.<br />
Yang dimaksudkan dengan fungsi rekreatif ialah perpustakaan disamping menyediakan buku-buku pengetahuan juga perlu menyediakan buku-buku yang bersifat rekreatif (hiburan) dan bermutu, sehingga dapat digunakan para pembaca untuk mengisi waktu senggang, baik oleh siswa maupun oleh guru.<br />
5. Fungsi Penelitian<br />
Yang dimaksudkan dengan fungsi penelitian ialah perpustakaan menyediakan bacaan yang dapat dijadikan sebagai sumber / obyek penelitian sederhana dalam berbagai bidang studi.</p>
<p>C. SUMBANGAN PERPUSTAKAAN TERHADAP PELAKSANAAN PROGRAM PENDIDIKAN DI SEKOLAH.<br />
Bila diperhatikan secara jenih, maka perpustakan sekolah sesungguhnya memberikan sumbangan terhadap pelaksanaan program pendidikan di sekolah. Sumbangan / peranan perpustakaan antara lain :<br />
1. Perpustakaan merupakan sumber ilmu pengetahuan dan pusat kegiatan belajar.<br />
2. Perpustakaan merupakan sumber ide-ide baru yang dapat mendorong kemauan para siswa untuk dapat berpikir secara rasional dan kritis serta memberikan petunjuk untuk mencipta.<br />
3. Perpustakaan akan memberikan jawaban yang cukup memuaskan bagi para siswa, sebagai tuntutan rasa keingintahuan terhadap sesuatu, benar-benar telah terbangun.<br />
4. Kumpulan bahan pustaka (koleksi) di perpustakaan memberika kesempatan membaca bagi para siswa yang mempunyai waktu dan kemampuan yang beraneka ragam.<br />
5. Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa untuk mempelajari cara mempergunakan perpustakaan yang efisien dan efektif.<br />
6. Perpustakaan akan membantu para siswa dalam meningkatkan dalam kemampuan membaca dan memperluas perbendaharaan bahasa.<br />
7. Perpustakaan dapat menimbulkan cinta membaca, sehingga dapat mengarahkan selera dan apresiasi siswa dalam pemilihan bacaan.<br />
8. Perpustakaan memberikab kepuasan akan pengetahuan di luar kelas.<br />
9. Perpustakaan merupakan pusat rekreasi yang dapat memberikan hiburan yang sehat.<br />
10. Perpustakaan memberikan kesempatan kepada para siswa dan guru untuk mengadakan penelitian.<br />
11. Perpustakaan merupakan batu loncatan bagi para siswa untuk melanjutkan kebiasaan hidup membaca di sekolah yang lebih tinggi.<br />
12. Kegairahan / minat baca siswa yang telah dikembangkan melalui perpustakaan sangat berpengaruh positif terhadap prestasi belajarnya.<br />
13. Bila minat membaca sudah tumbuh dan berkembang pada diri siswa, maka perpustakaan juga dapat mengurangi jajan anak, yang ini biasanya dapat berpengaruh negatif terhadap kesehatan anak.<br />
14. Bahkan perpustakaan juga bagi anak-anak dapat menjauhkan diri dari tindakan kenakalan, yang bisa menimbulkan suasana kurang sehat dalam hubungan berteman diantara mereka.</p>
<p>BAB III<br />
PENUTUP</p>
<p>A. SIMPULAN<br />
Berdasarkan uraian bahasan “Peranan Perpustakaan Sekolah terhadap Mutu Pendidikan di Sekolah” dapat disimpulkan bahwa :<br />
1. Peranan perpustakaan sangat menunjang prestasi pendidikan di sekolah.<br />
2. Perpustakaan sangat penting dan harus ada pada setiap sekolah di semua jenjang pendidikan.<br />
3. Pengelolaan perpustakaan harus dilaksanakan sesuai dengan tujuan dan fungsinya</p>
<p>B. SARAN<br />
Bertolak dari peranan perpustakaan yang begitu banyak sumbangsihnya dalam pelaksanaan program pendidikan di sekolah, penyusun memberikan saran sebagai berikut:<br />
1. Sebaiknya perpustakaan dikelola sesuai dengan tujuan dan fungsinya.<br />
2. Peran pengelola perpustakaan / pustakawan yang profesional hendaknya mendapatkan bekal yang cukup sehingga menjadi pustakawan yang handal dan profesional.<br />
DAFTAR PUSTAKA</p>
<p>- Buku Pendidikan Kewarganegaraan</p>
<p>sumber:makalah-di.blogspot.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kawitan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kawitan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kawitan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kawitan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kawitan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kawitan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kawitan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kawitan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kawitan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kawitan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kawitan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kawitan.wordpress.com/10/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kawitan.wordpress.com/10/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kawitan.wordpress.com/10/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kawitan.wordpress.com&amp;blog=6221782&amp;post=10&amp;subd=kawitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kawitan.wordpress.com/2009/12/16/contoh-makalah-pengaruh-perpustakaan-sekolah-terhadap-mutu-pendidikan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e75c7fb8df47c365327fb2a0d20264d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">teguh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Makalah Proses Sosial dan interaksi Sosial</title>
		<link>http://kawitan.wordpress.com/2009/12/16/makalah-proses-sosial-dan-interaksi-sosial/</link>
		<comments>http://kawitan.wordpress.com/2009/12/16/makalah-proses-sosial-dan-interaksi-sosial/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Dec 2009 13:19:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>teguh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makalah]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[dan]]></category>
		<category><![CDATA[dan interaksi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[interaksi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Makalah Proses]]></category>
		<category><![CDATA[Makalah Proses Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Makalah Proses Sosial dan interaksi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Proses Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial dan interaksi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kawitan.wordpress.com/?p=5</guid>
		<description><![CDATA[Makalah Proses Sosial dan interaksi Sosial

BAB I
PENDAHULUAN

Setiap masyarakat manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan. Perubahan dapa berupa perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. Ada pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali, akan tetapi ada juga berjalan dengan cepat. Perubahan-perubahan hanya dapat diketemukan oleh seseorang yang sempat meneliti susunan dan kehidupan suatu masyarakat pada suatu waktu dan membandingkannya dengan susunan dan kehidupan masyarakat tersebut pada waktu yang lampau.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kawitan.wordpress.com&amp;blog=6221782&amp;post=5&amp;subd=kawitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://kawitan.wordpress.com/" target="_blank">Makalah Proses Sosial dan interaksi Sosial</a></p>
<p>BAB I<br />
PENDAHULUAN</p>
<p>Setiap masyarakat manusia selama hidup pasti mengalami perubahan-perubahan. Perubahan dapa berupa perubahan yang tidak menarik dalam arti kurang mencolok. Ada pula perubahan-perubahan yang pengaruhnya terbatas maupun yang luas, serta ada pula perubahan-perubahan yang lambat sekali, akan tetapi ada juga berjalan dengan cepat. Perubahan-perubahan hanya dapat diketemukan oleh seseorang yang sempat meneliti susunan dan kehidupan suatu masyarakat pada suatu waktu dan membandingkannya dengan susunan dan kehidupan masyarakat tersebut pada waktu yang lampau.<br />
Perubahan-perubahan masyarakat dapat mengenai nilai-nilai sosial, norma-norma sosial, pola-pola prilaku organisasi, sususnan kelembagaan masyarakat, kekuasaan dan wewenang, interaksi sosial dan sebagainya. Karena luasnya bidang dimana mungkin terjadi perubahan-perubahan tersebut maka bilamana seseorang hendak membuat penelitian perlu terlebih dahulu ditentukan secara tegas, perubahan apa yang dimaksudkannya. Dasar penelitiannya mungkin tak akan jelas, apabila hal tersebut tidak dikemukakan terlebih dahulu.<br />
Perubahan-perubahan yang terjadi pada masyarakat dunia dewasa ini merupakan gejala yang normal. Pengaruhnya bisa menjalar dengan cepat kebagian-bagian dunia lain berkat adanya komunikasi modern. Penemuan-penemuan baru di bidang teknologi yang terjadi di suatu tempat, dengan cepat dapat diketahui oleh masyarakat lain yang berada jauh dari tempat tersebut.<br />
Perubahan dalam masyarakat memang telah ada sejak dahulu. Namun dewasa ini perubahan-perubahan tersebut berjalan dengan sangat cepatnya, sehingga membingungkan manusia yang menghadapinya. Perubahan-perubahan mana seiring berjalan secara konstan. Ia tersebut memang terikat oleh waktu dan tempat. Akan tetapi karena sifatnya yang berantai, maka perubahan terlihat berlangsung terus, walau diselingi keadaan di mana masyarakat mengadakan reorganisasi unsure-unsur struktur masyarakat yang terkena perubahan.</p>
<p><a href="../" target="_blank">Makalah Proses Sosial dan interaksi Sosial</a></p>
<p>BAB II<br />
PEMBAHASAN</p>
<p>A. Pengertian dan Teori-teori dalam Perubahan Sosial dan Kebudayaan.<br />
Perubahan sosial dan kebudayaan adalah bentuk perubahan yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat yang menyangkut perubahan tentang norma sosial, interaksi sosial, pola prilaku, organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, lapisan masyarakat, susunan kekuasaan, dan wewenang.<br />
Menurut teori siklus perubahan sosial dan kebudayaan merupakan sesuatu yang tidak dapat direncanakan atau diarahkan ke suatu titik tertentu. Akan tetapi, berputar menurut pola melingkar. Dengan demikian, perubahan sosial dan kebudayaan merupakan bentuk perubahan yang selalu berulang, apa yang terjadi sekarang memiliki kemiripan dengan yang terjadi dimasa lampau, jadi menurut teori siklus tidak ada proses perubahan masyarakat secara bertahap sehingga batas-batas antara pola hidup primitive, tradisional, dan modern tidak jelas.<br />
Menurut teori linier adalah suatu perkembangan yang menyatakan bahwa perubahan sosial dan kebudayaan bersifat linier atau berkembang menuju ke suatu titik tujuan tertentu. Dan perubahan sosial dan kebudayaan dapat direncanakan atau diarahkan ke suatu titik tujuan tertentu.<br />
Teori linier dibedakan menjadi 2 bagian:<br />
a. Teori Revolusi, yaitu perubahan sosial dak kebudayaan yang berlangsung secara drastis. Menurut Marx, masyarakat berkembang secara linier, dan bersifat revolusioner. Masyarakat semula bercorak feudal lalu berubah secara revolusioner menjadi masyarakat kapitalis kemudian berubah menjadi masyarakat sosial-komunis yang merupakan puncak perkembangan masyarakat.<br />
b. Teori Evolusi, yakni perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung dengan lambat dalam jangka waktu lama. Perubahan sosial dan kebudayaan dari masyarakat primitive, tradisional, dan bersahaja menuju ke bentuk masyarakat modern yang kompleks dan maju berlangsung secara bertahap.<br />
Definisi lain menurut Selo Soemardjan perubahan sosial dan kebudayaan adalah segala perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan didalam suatu masyarakat, yang mempengaruhi system sosialnya, termasuk didalamnya nilai-nilai, sikap dan pola prilaku diantara kelompok-kelompok dalam masyarakat. Tekanan pada definisi tersebut terletak pada lembaga-lembaga kemasyarakatan sebagai himpunan pokok manusia, perubahan-perubahan mana kemudian mempengaruhi segi-segi struktur masyarakat lainnya.<br />
Menurut pendapat para sosiolog yang lain bahwa perubahan sosial dan kebudayaan terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur-unsur geografis, biologis, ekonomis, atau kebudayaan. Kemudian ada pula yang berpendapat bahwa perubahan-perubahan sosial bersifat periodik dan non-periodik. Pokoknya, pendapat-pendapat tersebut pada umumnya menyatakan bahwa perubahan merupakan lingkaran kejadian-kejadian. Pitirim A. Sorokin berpendapat bahwa segenap usaha untuk mengemukakan bahwa ada suatu kecenderungan tertentu dan tetap dalam perubahan-perubahan sosial, tidak akan berhasil baik. Dia meragukan kebenaran akan adanya lingkaran-lingkaran perubahan sosial dan kebudayaan tersebut. Akan tetapi perubahan-perubahan tetap ada, dan yang paling penting adalah bahwa lingkaran terjadinya gejala-gejala sosial harus dipelajari, karena dengan jalan tersebut barulah akan dapat diperoleh suatu generalisasi.<br />
B. Hubungan Antara Perubahan Sosial dan Kebudayaan<br />
Teori-teori mengenai perubahan-perubahan masyarakat seiring mempersoalkan perbedaan antara perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan. Perbedaan demikian tergantung dari adanya perbedaan pengertian tentang masyarakat dan kebudayaan. Apabila perbedaan pengertian tersebut dapat dinyatakan dengan tegas, maka dengan sendirinya perbedaan antara perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan dapat dijelaskan.<br />
Sudah barang tentu ada unsur-unsur kebudayaan yang dapt dipisahkan dari masyarakat, tetapi perubahan-perubahan dalam kebudayaan tidak perlu mempengaruhi system sosial. Seorang sosiolog akan lebih memperhatikan perubahan kebudayaan yang bertitik tolak dan timbul dari organisasi sosial, serta mempengaruhinya. Pendapat tersebut dapat dikembalikan pada pengertian sosiolog tersebut tentang masyarakat dan kebudayaan<br />
Sebenarnya didalam kehidupan sehari-hari, sering kali tidak mudah untuk menentukan letak garis pemisah antara perubahan sosial dan kebudayaan. Karena tidak ada masyarakat yang tidak mempunyai kebudayaan dan sebaliknya tidak mungkin ada kebudayaan yang tidak terjelma dalam suatu masyarakat. Sehingga, walaupun secara toeretis dan analitis pemisahan antara pengertian-pengertian tersebut dapat dirumuskan, namun didalam kehidupan nyata, garis pemisah tersebut sukar dapat dipertahankan. Yang jelas perubahan-perubahan sosial dan kebudayaan mempunyai satu aspek yang sama yaitu kedua-duanya bersangkut-paut dengan sutu penerimaan cara-cara baru atau suatu perbaikan dalam cara sutu masyarakat memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Penjelasan ini lebih menegaskan lagi akan tetapi kesukaran kita meletakkan garis pemisah antara perubahan sosial dan kebudayaan. Lembaga-lembaga kemasyarakatan seperti keluarga, perkawinan, hak milik, perguruan tinggi atau Negara tak akan mengalami perubahan apapun bila tidak didahului oleh perubahan fundamental didalam kebudayaan. Suatu perubahan sosial dalam bidang kehidupan tertentu tidak mungkin berhenti pada satu titik, karena perubahan di bidang lain akan segera mengikutinya. Ini disebabkan karena struktur lembaga-lembaga kemasyarakatan sifatnya jalin-berjalin.<br />
C. Faktor-faktor yang Menyebabkan Perubahan Sosial dan Kebudayaan<br />
Untuk mempelajari perubahan masyarakat, perlu kita ketahui sebab-sebab yang melatarbelakangi terjadinya perubahan itu. Apabila diteliti lebih mendalam sebab terjadinya suatu perubahan masyarakat, mungkin karena adanya sesuatu yang dianggap sudah tidak lagi memuaskan. Mungkin saja karena ada faktor baru yang lebih memuaskan masyarakat sebagai pengganti faktor yang lama itu,. Mungkin sajamasyarakat mengadakan perubahan karena terpaksa demi untuk menyesuaikan suatu faktor dengan faktor-faktor lain yang sudah mengalami perubahan terlebih dahulu.<br />
Pada umumnya dapat dikatakan bahwa sebab-sebab tersebut mungkin sumbernya ada yang terletak didalam masyarakat itu sendiri dan ada yang letaknya diluar. Sebab-sebab yang bersumber dalam masyarakat itu sediri, antara lain adalah:<br />
1. Bertambah atau Berkurangnya Penduduk. Pertambahan penduduk yang sangat cepat di pulau jawa menyebabkan terjadinya perubahan dalam struktur masyarakat, terutama lembaga-lembaga kemasyarakatannya. Berkurangnya penduduk mungkin disebabkan berpindahnya penduduk dari desa ke kota atau ke daerah-daerah lain (misalnya Transmigrasi). Perpindahan penduduk mengakibatkan kekosongan, misalnya, dalam bidang pembagian kerja dan stratifikasi sosial, yang mempengaruhi lembaga-lembaga kemasyarakatan. Perpindahan penduduk telah berlangsung beratus-ratus ribu tahun lamanya didunia ini. Hal itu sejajar dengan bertambah banyaknya manusia penduduk bumi ini. Pada masyarakat-masyarakat yang mata pencaharian utamanya berburu, perpindahan sering kali dilakukan, hal mana tergantung dari persediaan hewan-hewan buruannya. Apabila hewan-hewan tersebut habis, maka mereka akan berpindah ketempat-tempat lainnya.<br />
2. Penemuan-penemuan Baru. Suatu proses sosial dan kebudayaan yang besar, tetapi yang Proses tersebut meliputi suatu penemuan baru, jalannya unsur kebudayaan baru yang tersebar ke lain-lain bagian masyarakat, dan cara-cara unsur kebudayaan baru tadi diterima, dipelajari dan akhirnya dipakai dalam masyarakat yang bersangkutan. Penemuan-penemuan baru sebagai sebab terjadinya perubahan-perubahan dapat dibedakan dalam pengertian-pengertian Discovery dan Invention. Discovery adalah penemuan unsur kebudayaan yang baru, baik berupa alat, ataupun yang berupa gagasan yang diciptakan oleh seorang individu atau serangkaian ciptaan para individu. Discovery baru menjadi Invention kala masyarakat sudah mengakui, menerima serta menerapkan penemuan baru itu, dan seringkali proses dari Discovery sampai ke Invention membutuhkan suatu rangkaian pencipta-pencipta.<br />
3. Pertentangan (conflict) Masyarakat. Mungkinpula menjadi sebab terjadinya perubahan sosial dan kebudayaan. Pertentangan-pertentangan mungkin terjadi antara individu dengan kelompok atau perantara kelompok dengan kelompok. Pertentangan kelompok mungkin terjadi antara generasi tua dengan generasi muda. Pertentangan-pertentangan demikian itu kerap kaliterjadi, apalagi pada masyarakat yang sedang berkembang dari tahap tradisional ke tahap modern. Generasi muda yang belum terbentuk kepribadiannya, lebih mudah menerima unsur-unsur kebudayaan asing (misalnya kebudayaan barat) yang dalam beberapa hal mempunyai taraf yang lebih tinggi. Keadaan demikian menimbulkan perubahan-perubahan tertentu dalam masyarakat, misalnya pergaulan yang lebih bebas antara pria dan wanita, atau kedudukan mereka yang kian sederajat di dalam masyarakat dan lain-lainnya.<br />
4. Terjadinya Pemberontakan atau Revolusi. Revolusi yang meletus pada Oktober 1917 di Rusia telah menyulut terjadinya perubahan-perubahan besar Negara Rusia yang mula-mula mempunyai bentuk kerajaan absolute berubah menjadi diktator proletariat yang dilandasan pada doktrin Marxis. Segenap lembaga kemasyarakatan, mulai dari bentuk Negara sampai keluarga batih mengalami perubahan-perubahan yang mendasar.<br />
Suatu perubahan sosial dan kebudayaan dapat pula bersumber pada sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat itu sendiri. Antara lain:Peperangan<br />
a. Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada di sekitar manusia.<br />
b. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat lain<br />
D. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Jalannya Proses Perubahan<br />
1. Faktor-faktor yang Mendorong jalannya proses perubahan<br />
a. Kontak dengan Kebudayaan lain<br />
b. Sistem Pendidikan Formal yang Maju<br />
c. Sikap Menghargai hasi karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju<br />
d. Toleransi terhadap perbuatan-perbuatan yang menyimpang (devetion)<br />
e. Sitem Terbuka lapisan Masyarakat (open stratification)<br />
f. Penduduk yang heterogen<br />
g. Ketidakpuasan masyarakat terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu<br />
h. Orientasi ke masa depan<br />
i. Nilai bahwa manusia harus senantiasa berikhtiar untuk memperbaiki hidupnya<br />
1. Faktor-faktor yang menghalangi terjadinya perubahan<br />
a. Kurangnya hubungan dengan masyarakat lain<br />
b. Perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat<br />
c. Sikap masyarakat yang sangat tradisional<br />
d. Adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam dengan kuat atau vested interest<br />
e. Rasa takut akan terjadinya kegoyahan pada integrasi kebudayaan<br />
f. Prasangka terhadap hal-hal baru asing atau sikap yang tertutup<br />
g. Hambatan-hambatan yang bersifat ideologis<br />
h. Adat atau kebiasaan<br />
i. Nilai bahwa hidup ini pada hakikatnya buruk dan tidak mungkin diperbaiki<br />
<a href="../" target="_blank">Makalah Proses Sosial dan interaksi Sosial</a></p>
<p>BAB III<br />
KESIMPULAN</p>
<p>Perubahan sosial dan kebudayaan adalah bentu perubahan yang berlangsung dalam kehidupan masyarakat yang menyangkut perubahan tentang norma sosial, nilai sosial, interaksi sosial, pola prilaku, organisasi sosial, lembaga kemasyarakatan, lapisan masyarakat, susunan kekuasaan, dan wewenang.<br />
Teori perubahan sosial dan kebudayaan dapat dibagi 2 bagian:<br />
a. Teori Siklus<br />
b. Teori Linier<br />
Menurut teori siklus Perubahan sosial dan kebudayaan adalah sesuatu yang tidak dapat direncanakan atau diarahkan ke suatu titik tertentu. Akan tetapi, berputar menurut pola melingkar.<br />
Menurut teori linier perubahan sosial dan kebudayaan bersifat linier atau berkembang menuju ke suatu titik tujuan tertentu.<br />
Teori revolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung secara drstis<br />
Teori evolusi adalah perubahan sosial dan kebudayaan yang berlangsung sangat lambat dalam jangka waktu yang lama.<br />
Faktor-faktor yang menyebabkan perubahan sosial dan kebudayaan<br />
a. Bertambah atau berkurangnya penduduk<br />
b. Penemuan-penemuan baru<br />
c. Pertentangan (conflict) masyarakat<br />
d. Terjadinya pemberontakan atau revolusi<br />
Suatu perubahan sosial dan kebudayaan dapat pula bersumber pada sebab-sebab yang berasal dari luar masyarakat itu sendiri. Antara lain:<br />
1. Sebab-sebab yang berasal dari lingkungan alam fisik yang ada disekitar manusia<br />
2. Peperangan<br />
3. Pengaruh Kebudayaan Masyarakat lain</p>
<p>DAFTAR PUSTAKA<br />
Soerjono Soekanto. Sosiologi Suatu Pengantar. Jakarta: PT Grafindo Persada, 1990<br />
Heri, Jauhari, Penulisan Karya Ilmiah. CV. Pustaka Setia. Bandung<br />
Abdullah, Drs. Aspirasi Sosiologi. CV Pustaka Manggala. Surakarta.<br />
Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. PT RINEKA CIPTA, JAKARTA</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kawitan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kawitan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kawitan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kawitan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kawitan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kawitan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kawitan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kawitan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kawitan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kawitan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kawitan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kawitan.wordpress.com/5/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kawitan.wordpress.com/5/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kawitan.wordpress.com/5/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kawitan.wordpress.com&amp;blog=6221782&amp;post=5&amp;subd=kawitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kawitan.wordpress.com/2009/12/16/makalah-proses-sosial-dan-interaksi-sosial/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e75c7fb8df47c365327fb2a0d20264d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">teguh</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>5-Plus Easy Ways to Lower Life Insurance Costs</title>
		<link>http://kawitan.wordpress.com/2009/11/08/5-plus-easy-ways-to-lower-life-insurance-html/</link>
		<comments>http://kawitan.wordpress.com/2009/11/08/5-plus-easy-ways-to-lower-life-insurance-html/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 08 Nov 2009 03:12:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>teguh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Insurance]]></category>
		<category><![CDATA[articles]]></category>
		<category><![CDATA[life insurance]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://kawitan.wordpress.com/2009/11/08/5-plus-easy-ways-to-lower-life-insurance-costs</guid>
		<description><![CDATA[5-Plus Easy Ways to Lower Life Insurance Costs. The price you pay for life insurance depends on your age, your health, and your lifestyle. So if you are older, you have health problems, and you are a smoker, you will always pay more for life insurance than someone who is younger, healthier, and a nonsmoker. That being said, there are ways to lower your life insurance premiums, even if you fall into a higher-risk category. Following are some simple suggestions for life insurance and term life insurance.

1. Round up way to Lower Life Insurance Costs

Often, you'll actually pay less for a little more life insurance as you approach multiples of $250,000 in coverage. For example, $240,000 of life insurance coverage might cost $275 per year, while $250,000 in coverage might cost only $260 per year. Find out the rate per $1,000 of coverage, which often drops once you pass a certain level of coverage. This figure will help you determine how to get the most life insurance for the least money.<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kawitan.wordpress.com&amp;blog=6221782&amp;post=32&amp;subd=kawitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>5-Plus Easy Ways to Lower Life Insurance Costs. The price you pay for life insurance depends on your age, your health, and your lifestyle. So if you are older, you have health problems, and you are a smoker, you will always pay more for life insurance than someone who is younger, healthier, and a nonsmoker. That being said, there are ways to lower your life insurance premiums, even if you fall into a higher-risk category. Following are some simple suggestions for life insurance and term life insurance.</p>
<p>1. Round up way to Lower Life Insurance Costs</p>
<p>Often, you&#8217;ll actually pay less for a little more life insurance as you approach multiples of $250,000 in coverage. For example, $240,000 of life insurance coverage might cost $275 per year, while $250,000 in coverage might cost only $260 per year. Find out the rate per $1,000 of coverage, which often drops once you pass a certain level of coverage. This figure will help you determine how to get the most life insurance for the least money.<br />
<span id="more-32"></span><br />
2. Find a &#8220;friendly&#8221; life insurance company</p>
<p>Some life insurance companies do offer competitive rates for conditions such as diabetes, heart disease and cancer. These companies employ underwriters who are trained in analyzing people on a case-by-case basis, rather than lumping everyone with a particular condition into one group.5-Plus Easy Ways to Lower Life Insurance Costs</p>
<p>3. Consider quitting</p>
<p>Everyone knows that you&#8217;ll save money on your insurance premiums if you quit smoking, start exercising, and lose weight. But you might be surprised to find out just how much you can save. Many insurance companies charge smokers double the nonsmoker rate for insurance. (Don&#8217;t even think about lying, though. If you end up dying of a smoking-related illness, your insurance company can opt not to pay your death benefit.) Similar discounts can apply if you lose enough weight to fall into a preferred category.</p>
<p>4. Forget the riders</p>
<p>While riders may add value to your life insurance policy in certain situations, many are simply an unnecessary expense. Paying extra money to cover an event that&#8217;s almost guaranteed not to happen just doesn&#8217;t make sense when you&#8217;re trying to cut costs. Additionally, many riders simply provide duplicate coverage once your overall insurance needs are met.</p>
<p>5. Find out about hidden fees Easy</p>
<p>Ways to Lower Life Insurance Costs<br />
You may not realize it, but your life insurance could end up costing you more if you choose to make &#8220;convenient monthly payments&#8221; rather than paying the entire premium up front. Before you choose a payment plan, compare the single payment price to the total cost of the monthly payments. Do the math, and decide whether the convenience is worthwhile.<br />
6. Shop around</p>
<p>When it comes to insurance, it pays to shop around because premiums can vary widely. And thanks to the Internet, it&#8217;s now easier than ever. Save time by going to a website where you can compare multiple insurance companies at once.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/kawitan.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/kawitan.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/kawitan.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/kawitan.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/kawitan.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/kawitan.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/kawitan.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/kawitan.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/kawitan.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/kawitan.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/kawitan.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/kawitan.wordpress.com/32/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/kawitan.wordpress.com/32/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/kawitan.wordpress.com/32/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=kawitan.wordpress.com&amp;blog=6221782&amp;post=32&amp;subd=kawitan&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://kawitan.wordpress.com/2009/11/08/5-plus-easy-ways-to-lower-life-insurance-html/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="http://1.gravatar.com/avatar/3e75c7fb8df47c365327fb2a0d20264d?s=96&#38;d=identicon&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">teguh</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
